loading...
loading...

Tuesday, July 23, 2019

Perencanaan Bisnis dan Contohnya | Joint Venture, Trust, Sindikat, dll

loading...
Perencanaan usaha merupakan langkah awal yang menunjukkan bahwaseseorang serius untuk berwirausaha, dan untuk menghindari faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan, serta mengantisipasi setiap tantangan yangakan dihadapi dalam menjalankan usaha.
Rencana usaha harus dibuat karena Perencanaan merupakan titik awaldari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalamikesulitan dalam pelaksanaan. Di samping itu pembuatan rencana usahamenunjukkan sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha dankomitmen yang kuat untuk menjalankan usahanya sehingga tidak mudahmenyerah dan putus asa ketika menghadapi setiap kendala dan resiko usaha.
Membuka usaha baru tidak mungkin tanpa ada rencana sebelumnya.Rencana harus ada betapapun sederhananya secara tertulis. Namun,wirausaha baru di negara kita banyak yang tidak mau ataupun mungkin tidak mampu atau segan menulis rencana tertulis tersebut karena berbagai alasan.Perencanaan yang tidak tertulis pasti sudah ada rekayasa dalam pikiran, yaitusuatu rekayasa secara sederhana tentang jawaban dari berbagai pertanyaanantara lain, usaha apa yang akan dibuka, mengapa memilih usaha tersebut,dimana lokasinya, siapa konsumennya, darimana sumber modalnya, dansebagainya

A.  Joint Venture
Joint venture adalah sebuah kerjasama antar beberapa perusahaan yang berasal dari beberapa daerah menjadi satu perusahaan untuk mencapai satu kekuatan ekonomi yang lebih padat. Anggota joint venture disebut dengan sebutan partner/ venture/ sekutu. Anggota tersebut dapat perseorrangan, persekutuan (CV atau firm, dapat juga perseroan terbatas (PT). Semua anggota umumnya ikut serta dalam mengelola jalannya perusahaan.
Sebenarnya istilah joint-venture dalam kegiatan bisnis ini timbul pertama kali dalam praktek kegiatan bisnis di Eropa pada abad ke 17 (Sigit, 1982), pada masa itu join-venture para bisnisman mengadakan asosiasi untuk maksud tujuan terbatas pada kegiatan menangani suatu bisnis untuk diusahakan bersama. Para anggota join-venture memiliki tanggung jawab tidak terbatas kepda pihak ketiga. Dalam praktek bisnis di Indonesia Joint-venture diartikan kerja sama antara dua belah pihak untuk mengusahakan suatu kegiatan bisnis dalam bentuk perusahaan. dalam hal ini antara pengusaha asing dan pengusaha Indonesia atau antara pihak pemerintah asing dan pemerintah Indonesia. Dengan kata lain Joint-Venture di Indonesia adalah sebagai sarana penanaman modal asing untuk menggarap suatu bisnis yang biasanya dilatar belakangi oleh: Keterbatasan Modal, Teknologi, dan Tenaga ahli yang diperlukan untuk menggarap suatu investasi di Indonesia. Dengan kata lain juga dikatakan bahwa Joint-venture adalah sebagai sarana transfer ilmu dan teknologi dari pihak asing ke Indonesia. Dalam kaitan ini, maka joint-venture biasanya di buat ketentuan bahwa setelah perusahaan beroperasi beberapa tahun, maka harus ada upaya Indonesianisasi perusahaan joint-venture tersebut, adanya upaya pengalihan tanggung jawab dan kepemilikan perusahan kepada pihak Indonesia.
Dalam praktek bisnis Internasional, joint-venture di Indonesia merupakan sarana asing untuk membuka bisnis di Indonesia dan melibatkan pihak (tenaga) Indonesia. Perusahaan yang didirikan pihak asing, baik joint-venture murni ataupun tidak harus tunduk dengan ketentuan atau perundang-pundangan Indonesia. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Joint-venture adalah pendirian perusahaan baru oleh dua belah pihak untuk menjalankan bisnis tertentu.

Baca Juga : Makalah Masalah Pengangguran | Ekonomi

Jenis-Jenis Kontrak Joint Venture
Terdapat 2 Jenis Joint Venture atau yang disebut jenis jenis kontrak joint venture, diantaranya yaitu:
  1. Joint Venture Domestik adalah bentuk kerjasama Joint Venture yang di jalin antar perusahaan dalam negeri.
  2. Joint Venture Internasioanal adalah bentuk kerjasama Joint Venture yang melibatkan perusahaan asing sebagai salah satu pihak.
Contohnya :
  1.  Shell-Mex and BP (joint venture antara Royal Dutch Shell dengan British Petroleum, 1931-1975)
  2. United Launch Alliance (ULA) (joint venture antara Boeing dengan Lockheed Martin).
  3. Sony BMG Music Entertainment Sony Music Entertainment (joint venture antara (part of Sony) dengan Bertelsmann Music Group (part of Bertelsmann).
  4. MSNBC (joint venture antara Microsoft dengan NBC Universal).
  5.  Hulu (joint venture antara NBC Universal dengan News Corp).

B.  Trust / Marger
Pengertian Trust/ Marger
Merger adalah proses difusi dua perusahaan dengan salah satu diantaranya tetap berdiri dengan nama perusahaannya sementara yang lain lenyap dengan segala nama dan kekayaannya dimasukan dalam perusahaan yang tetap berdiri tersebut.
Merger terbagi menjadi tiga, yaitu:
  1.  Merger Horizontal, adalah merger yang dilakukan oleh perusahaan yang jenis usahanya sama, misalnya merger antara dua perusahaan Roti, merger perusahaan sepatu.
  2. Merger vertikal, adalah merger yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan yang saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi yang berurutan. Contohnya: perusahaan pemintalan benang merger dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger dengan perusahaan mobil/motor.
  3. Merger Konglomerat adalah merger antara berbagai perusahaan yang menghasilkan berbagai produk yang berbeda-beda dan tidak ada kaitannya, misalnya perusahaan sepatu merger dengan perusahaan elektronik, atau perusahaan mobil merger dengan perusahaan makanan. Tujuan utama konglomerat ialah untuk mencapai pertumbuhan Badan Usaha dengan cepat dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Caranya ialah dengan saling bertukar saham antara kedua perusahaan yang disatukan.
Contoh
  1. Bank CIMB NiagaTerbentuknya salah satu perusahaan merger di bidang lembanga keuangan atau bank CIMB Niaga adalah hasil dari merger bank Niaga dan bank Lippo pada tahun 2008. Ini merupakan penyatuan dimana adanya sebuah bank yang relatif lebih kecil deibandingkan dengan bank lainnya. Kedua bank tersebut, bank Niaga dan bank Lippo melakukan merger dengan tujuan utama agar bisa memperkuat keberadaan mereka di dalam persaingan global. Karena bank Lippo lah yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan bank Niaga, jadi bank Lippo merelakan sahamnya dan menanam di bank Niaga, dengan adanya perjanjian bagi hasil dengan kesepakan tertentu yang telah sebelumnya di setujui oleh kedua belah pihak bank tersebut. Dan pada akhirnya memutuskan untuk mengubah namanya menjadi bank CIMB Niaga. 
  2. Bank Mandiri. Sebelum akhirnya menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia, bank Mandiri merupakan sebuah perusahaan merger yang terbentuk dari bank Exim, bank BBD atau bank Bumi Daya, bank Bapindo dan bank Dagang Negara. Keempat bank tersebut mengalami kesulitan dan krisi hingga melakukan keputusan untuk melakukan proses merger dan membentuk suatu konsolidasi. Penggabungan keempat bank tersebut menjadi sebuah bank yang saat ini menjadi salah satu bank yang terbesar dan terpercaya yaitu bank Mandiri.
  3. LPKR atau Lippo Karawaci TbkLPKR sebenarnya adalah salah satu perusahaan merger yang terbentuk oleh banyak perusahaan-perusahaan lainnya yaitu : Aryaduta hotel, Siloam health care, kartika abadi sejahtera, LPLD atau Lippo land development, metropolitan tatanugraha, sumber waluyo dan Anangadipta berkat mulia yang bergabung dengan LPKR atau Lippo Karawaci Tbk, yang sekarang telah berkembang di ruang lingkup real estat, perkantoran, pengusahaan gedung dan penggalian tanah.
  4.  PT Indofood Sukses Makmur TbkAdanya penggabungan PT. Ciputra Property dan PT Ciputra Surya Tbk atau merger perusahaan dengan Perusahaan besar yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk. PT. Indofood melakukan pengabungan dan merger dengan berbagai cabang yang akan memperluas dan memperbesar bursa jaringan perluasan kawasan mereka.
  5. CTRA atau PT Ciputra Development TbkCTRA melakukan penggabungan atau merger dengan anak atau cabang dari CTRS atau PT Ciputra Surya Tbk dan CTRP atau PT Ciputra Property Tbk dengan cara pertukaran saham yang sebenarnya telah melalui perestujuan dari para pemengan saham luar biasa di dalam rapat umum pada tanggal 27 Desember 2016 lalu.
Baca Juga : Laporan Instalasi Linux Beserta Gambar | TKJ

C.  Holding Comapany
      Pengertian
Holding Company adalah perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan lain (subsidiary company) yang berada dalam satu grup perusahaan.
Holding company atau perusahaa induk berperan sebagai pemegang saham dalam beberapa perusahaan anak (subsidiary company), dengan tujuan agar meningkatkan kinerja perusahaan dan memungkinkan terciptanya nilai pasar perusahaan (market value creration). Hubungan antara holding company dengan subsidiary company disebut dengan affiliasi.
Definisi Holding Company dapat juga diartikan sebagai perusahaan yang bertujuan untuk memiliki saham di perusahaan lain dan mengatur perusahaan lain tersebut.
2           .      Tujuan Holding Company
Apa tujuan suatu holding company? Secara umum hoding company ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, termasuk subsidiary company dan semua perusahaan yang berafiliasi dengan perusahaan induk.
3           .      Manfaat Holding Company
Holding company atau perusahaan induk memiliki peranan penting dalam proses perencanaan, koordinasi, konsolidasi, pengembangan, serta pengendalian kinerja seluruh perusahaan. Karena itu, proses perencanaan perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan induk harus dirumuskan dengan jelas dan efektif.
Pada perusahaan induk, ada banyak aspek yang harus diperhatikan, diantaranya:
·         Finansial
·         Struktur organisasi
·         Sumber daya manusia
Selain itu, perusahaan induk juga harus memperhatikan sistem pengendalian manajemen (Management Control System). Dalam hal ini, holding company melakukan proses perencanaan, pengukuran, pemantauan, pengendalian, dan auditing yang transparan dan memiliki akuntabilitas.
4           .      Ciri-Ciri Holding Company
Suatu holding company dapat dikenali dari karakteristiknya. Berikut ini adalah ciri-ciri holding company pada umumnya:
a.       Terdapat suatu perusahaan induk, yaitu holding company itu sendiri
b.      Memiliki subsidiary company atau anak perusahaan, yaitu badan usaha yang dibawahi oleh perusahaan induk
c.       Pengelolaan subsidiary company diserahkan pada manajemen yang terpisah dari perusahaan induk
d.      Memiliki atau menguasai sebagian besar saham dari badan usaha lain
e.       Holding company mengendalikan proses operasional semua badan usaha yang sahamnya telah dikuasai
f.        Kekayaan holding company berasal dari saham badan-badan usaha yang dikuasainya.

5           .      Contoh Nama Perusahaah Holding Company
Di Indonesia terdapat beberapa jenis perusahaan yang telah memiliki status sebagai Holding Company. Berikut ini adalah beberapa contoh nama perusahaan holding company di Indonesia:
a.       Salim Group
b.      Maspion
c.       Krakatau Steel
d.      Hutama Karya
e.       Astra Internasional
f.        Japfa
g.      PT. Danareksa
h.      PT. Bumi Resources Tbk.
i.        PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.
j.        PT. Indonesia Aluminium (Inalum)
k.      PT. Pupuk Indonesia Holding Company
l.        PT. Medco Energi Internasional Tbk.

D.    Sindikat
Dalam kegiatan bisnis yang formal, sindikat diakui hanya dalam batas bidang keuangan. Sindikat ini adalah kerjasma antara beberpa orang atau lembaga untuk menangani suatu proyek khusus dibawah suatu perjanjian melalui penggabungan kekuatan keuangan untuk memperjualbelikan surat berharga atau untuk membiayai suatu proyek agar terhindar dari kerugian.
Sebagai Contoh, apabila suatu perusahaan membutuhkan Rp 1 milyar dana untuk menjalankankan proyek/bisnisnya, perusahaan ini mengajukan pinjaman kepada salah satu bank. Untuk menanggapi permohonan pinjaman tersebut maka bank akan menanggaapinya dengan sindikat, yaitu ajakan bergabung kepada bank yang lain. Katakanlah akan ada empat bank yang bersindikat untuk memenuhi permohonan kebutuhan dana perusahaan tersebut. Melalui perjanjian (sidicate agreement), salah satu kesepakatannya bahwa masing-masing bank menyediakan ¼ dari kebutuhan dana tersebut. Ada bebrapa alasan atau kemungkinan resiko yang mungkin terjadi akan dapat dihindarkan melalui sindikat ini, yaitu: bila terjadi resiko kredit macet, maka resikonya akan terdistribusi pada semua bank; dana pinjaman bank tidak tertumpu pada salah satu peminjam, atau bank akan dapat lebih banyak melayani peminjam lain dalam rangka memberikan kesempatan kepada masyarakat luas (terutama peminjam berskala kecil). 
Contoh perusahaan yang melakukan Sindikat adalah: Di Amerika Serikat, WPIX studios di New York City melakukan sindikat dengan CNN dalam program berita yang dikemas dalam Headline News

1           .      Pengertian
Kartel adalah kerja sama antara beberapa badan usaha yang memproduksi dan memasarkan barang yang sejenis. Dalam kartel ini, masing-masing badan usaha masih mempunyai kebebasan dalam mengurus badan usahanya kecuali untuk hal-hal yang telah disepakati dalam kartel. Adapun maksud dan tujuan kartel adalah untuk mengurangi persaingan atau meniadakan persaingan.
2           .      Jenis
Kartel dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.
·         Kartel Harga. Dalam kartel harga disepakati harga minimum suatu barang yang boleh dijual, anggota kartel dilarang untuk menjual barang di bawah harga minimum yang telah disepakati.
·         Kartel Syarat. Dalam kartel ini disepakati syarat-syarat yang seragam dalam hal penyerahan, pembayaran, dan pembungkusan barang.
·         Kartel Rayon. Dalam kartel ini disepakati daerah penjualan setiap kartel. Tujuan penerapan daerah pemasaran ini agar tidak terjadi persaingan antar anggota rayon.
·         Kartel Produksi. Dalam kartel ini disepakati jumlah maksimum barang yang boleh di produksi oleh setiap anggota. Tujuan pembatasan produksi ini agar tidak terjadi kelebihan produksi yang berakibat pada turunnya harga.
·         Sindikat Penjualan. Dalam kartel ini disepakati bahwa aanggota kartel harus menyerahkan barang hasil produksinya untuk dijual dengan satu harga.
·         Kartel Pool. Sering disebut juga Kartel Pembagian Keuntungan. Dalam kartel ini keuntungan yang diperoleh anggota kartel dikumpulkan (di-pool) dalam kas bersama, kemudian dibagi sesuai perjanjian yang telah disepakati.

3           .      Contoh
Contoh perusahaan yang melakukan kartel adalah:
·         Di Indonesia, kerjasama dalam bentuk kartel terjadi pada PT Semen Gresik, PT Holcim Indonesia dan PT Indocement, yang menguasai 88% pangsa pasar dan mampu untuk mengontrol harga semen di dalam negeri.
·         Di Jerman terdapat enam produsen semen terbesar yang bekerjasama dalam bentuk kartel, seperti Alsen AG (kini Holcim Deutschland AG), Dyckerhoff AG, Heidelberg Cement AG, Lafarge Zement GmbH, Readymix AG (kini Cemex Deutschland AG) dan Schwenk Zement KG.
·         Di Inggris, ada empat perusahaan semen utama yang paling banyak dilaporkan melakukan kartel, yakni Buxton Lime Industries, Castle (Heidelberg), Cemex UK, dan Lafarge.
·         Perusahaan semen yang melakukan kartel di wilayah Uni Eropa adalah Holcim, Heidelberg, Dyckerhoff AG, Lafarge, dan Cemex, yang tersebar di Jerman, Inggris, Perancis, Belgia, Belanda, dan Luxemburg.
·         Perusahaan raksasa di bidang pertanian Cargill Inc dan Bunge Ltd melakukan kerjasama kartel pada bidang pedagang dan distributor sereal dan produk pertanian.


=========================

BERIKUT SAYA SERTAKAN LINK DOWNLOAD UNTUK FILE DOC

SCREENSHOOT





=========================


=========================

Bila bingung cara melewati Adfly, kalian bisa baca disini


Sekian dan Terima Kasih


0 comments:

Post a Comment